Benarkah burung indah tak pandai berkicau?

Penelitian terbaru oleh Oxford University menyimpulkan burung dengan warna bulu indah cenderung kurang pandai berkicau untuk menarik perhatian lawan jenis. Riset tersebut mengamati 518 spesies burung yang berbeda dan merekam kicau khas mereka yang digunakan dalam menarik pasangan.

Para ilmuwan membandingkan burung yang memiliki bulu berbeda dari lawan jenis, untuk melihat apakah seleksi alam memainkan peran dalam penampilan mereka.

Peneliti menemukan burung yang memiliki penampilan bulu indah dan mencolok kicaunya agak membosankan dan bernada monoton.

Sedangkan burung-burung yang bulunya sama dengan lawan jenis, atau kurang indah, ternyata mereka dapat berkicau dengan durasi lebih lama dan memiliki variasi nada yang lebih beragam.

Peneliti tidak dapat menyatakan secara pasti mengapa burung yang berevolusi dengan warna bulu indah tidak dapat berkicau lebih indah dan lama.

Mereka berasumsi burung-burung itu tidak memerlukan kicauan untuk menarik lawan jenis, karena telah dikaruniai fisik yang indah. Sebaliknya bagi burung-burung yang tidak dapat mengandalkan keindahan warna bulu mereka. Evolusi telah membuat diri mereka menonjol di mata pasangan dengan cara lain, yaitu kicau indah dan lama.

Riset ini tampaknya tidak berlaku bagi Lovebird Kusumo. Burung berbulu indah milik Sigit WMP yang dikenal karena sering memenangi kontes burung kicau di Tanah Air itu telah mati.

Kusumo dikenal karena memiliki suara kicau khas yang berdurasi panjang. Demikian populer membuat Kusumo pernah ditawar seharga Rp2 Miliar, namun ditolak sang pemilik.

Kemampuan kicau Lovebird lazim disebut dengan istilah ngekek atau tertawa. Ini adalah andalan burung ini selain keindahan bulunya.

Lovebird sebenarnya termasuk jenis burung paruh bengkok, atau di Indonesia lebih dahulu populer sebagai burung Beo, Macaw dan Kakaktua.

Burung-burung tersebut dikenal karena kemampuan menirukan suara manusia. Tapi tidak demikian dengan jenis Lovebird.

Burung jenis ini lebih sering meniru suara-suara sederhana. Misal bunyi peluit atau suara yang sering didengar sehari-hari, seperti bel pintu.

Ada sembilan sub spesies dari keluarga burung paruh bengkok. Lovebird adalah spesies dengan ukuran badan paling kecil, dengan ukuran panjang badan burung dewasa maksimal 15 sentimeter.

Jenis-jenis Lovebird termasuk Masked Lovebird, Black-Cheeked Lovebird, the Fischer’s Lovebird, The Nyasa Lovebird, the Swindern’s Lovebird, the Red-Faced Lovebird, the Abyssinian Lovebird, the Madagascar Lovebird dan yang paling populer adalah Peach-Faced Lovebird.

Jenis terakhir mudah dikenal karena ada warna pelangi kuning, hijau, dan biru pada tubuh mereka, dan wajah berwarna merah muda yang cerah. Usia rata-rata burung jenis ini di dalam penangkaran adalah 20 tahun.

Dengan perkawinan silang, maka burung jenis ini dapat menghasilkan keturunan dengan warna bulu-bulu yang indah.

Menurut salah satu pegiat Lovebird Indonesia, Fran Kli dari Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) burung jenis ini mudah dirawat dan harga pakan terjangkau.

“Kalau dilatih, sering lomba, sering juara, harga bisa sampai puluhan dan ratusan juta rupiah. Kayak Lovebird Kusumo sudah ditawar Rp2 Miliar saja nggak dijual sama pemiliknya,” ucap Fran.

Saat ini diakui Fran, Lovebird di Indonesia memang sedang naik daun. Salah satu yang banyak diminati adalah jenis Lovebird Biola.

“Lovebird Biola ini sudah hampir setahun lebih harganya gila-gilaan. Apalagi yang jantan. Biola betina itu harga remaja kisaran Rp8 Juta sampai Rp10 Juta. Jantan bisa sampai Rp15 Juta sampai Rp 25 Juta tergantung varian warna dan coraknya,” terangnya pada Detik.com.

Jika Anda tertarik melatih Lovebird agar dapat memiliki kicau panjang dan unik, bisa mengikuti beberapa tip di bawah ini.

Untuk dapat mengeluarkan kicau panjang dan konstan, tentu burung perlu dilatih stamina. Perawatan seperti mandi pagi hari dan berjemur hingga lewat tengah hari akan melatih stamina burung.

Saat istirahat burung dapat diletakkan di tempat sejuk dan rindang lalu diberi pakan tambahan seperti buah dan sayuran.

Selain stamina, kualitas pakan juga menjadi salah satu faktor agar burung Anda memiliki kicau idaman. Pakan yang disarankan adalah buah apel, kecambah dan jagung manis yang masih muda. Pakan-pakan itu diyakini memberi peran bagi kualitas suara Lovebird Anda.

Melatih kicau dengan memperdengarkan rekaman suara burung tidak disarankan. Menurut para ahli, hal itu justru membuat burung tertekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *